Konversi TM Wordfast ke Trados Workbench

Jika Anda baru beralih dari Wordfast ke Trados, amat sayang jika TM Anda di Wordfast tidak bisa digunakan di Trados. Saya mencoba berkali-kali konversi TM Wordfast ke Trados dan selalu gagal. Secara teori, memang hanya buat TM Wordfast menjadi bentuk .tmx lalu import dari TM Trados. Tapi ternyata, ada “sedikit” jebakan kecil sehingga tidak berhasil.

Alhamdulillah, semalam setelah ngubek-ubek internet, bisa ketemu kuncinya. Tulisan berikut dibuat untuk menjawab pertanyaan Bu Rona tentang cara konversi TM (Translation Memory) Wordfast ke Trados (Workbench), saya akan membahas setiap tahap secara terperinci. Semoga membantu…

Continue reading “Konversi TM Wordfast ke Trados Workbench”

Iklan

>Panduan Singkat Wordfast Classic – Bagian 1

>

Oleh: Wiwit Tabah Santoso


PENGANTAR
Alhamdulillah, akhirnya Panduan Singkat Wordfast Classic ini bisa selesai. Sungguh nikmat luar biasa bisa berbagi melalui tulisan ini.
Panduan ini diambil dari manual resmi Wordfast dan dari pengalaman pribadi penulis. Awalnya, panduan ini dibuat sebagai jawaban atas pertanyaan beberapa rekan yang kebingungan cara mulai menggunakan Wordfast. Oleh karena itu, panduan ini bersifat teknis dan dasar. Karena ditujukan untuk pemula, hanya fungsi pokok yang dibahas dalam panduan ini. Harapannya, pembaca dapat mempraktikkan sendiri panduan ini dengan sedikit bantuan.


Penulis menghaturkan banyak terima kasih kepada Bahtera dan para guru di sana yang telah membuat penulis mengenal dan menggunakan berbagai CAT Tools. Penulis bukanlah ahli di bidang ini, hanya praktisi yang diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan berbagi. Oleh karena itu, penulis yakin bahwa panduan ini sangat jauh dari sempurna. Akan tetapi, penulis berharap ini akan bermanfaat, terutamanya bagi rekan-rekan penerjemah yang baru akan menggunakan Wordfast. Akhirnya, kritik dan saran sangat penulis harapkan. Kritik dan saran bisa dialamatkan ke maswit@gmail.com atau wiwit.ts@bahtera.org.
Muara Tabir, 15 November 2009
Wiwit Tabah Santoso, SS     


MENGENAL WORDFAST


Wordfast adalah peranti Penerjemahan Berbantuan Komputer (Computer-Aided Translation (CAT) tool) yang dirancang sebagai add-on pada Microsoft Word™. Tujuan utamanya adalah untuk membantu menerjemahkan naskah berbentuk Ms-Word (format DOC). Meskipun demikian, Wordfast bisa digunakan juga untuk menerjemahkan dokumen PowerPoint™ dan Excel™, serta dokumen tagged, format yang sering digunakan dalam industri lokalisasi. Wordfast mengggabungkan dua tekonologi: segmentasi dan Translation Memory (TM). Beberapa kelebihan yang ditawarkan Wordfast:
1)      Menggunakan aplikasi yang sudah sangat sering digunakan, yaitu Microsoft Word.
2)      Dapat menerjemahkan file .doc, .docx, .xls, .xlsx, .ppt, .pptx, .html, dan dokumen tagged lain. Dokumen-dokumen tersebut diterjemahkan dari Ms Word.
3)      Dapat menggunakan hingga 3 glosarium secara bersamaan.
4)      Dapat digunakan gratis dengan fungsi penuh,meskipun dibatasi hingga 500 TU per TM.
Kebutuhan Sistem
Sistem (Windows 95…Window XP, Mac OS7…Mac OSX, Linux+Ms-Office) tidak terlalu dipentingkan. Wordfast akan berjalan dengan baik pada sistem apa pun asalkan bisa menjalankan Microsoft Word 97 atau sesudahnya.
Versi Ms-Word yang didukung: Word 97, Word 2000, Word 2002 (atau Word XP), Word 2003 serta Word 98, Word 2001, Word X, dan Word 2004 oada MacIntosh. Semakin baik Ms-Word bekerja (dalam kecepatan dan keandalan), semakin baik pula kerja Wordfast. Bahkan PC sederhana 120-Mhz/Windows yang menjalankan Ms-Word 97 juga bisa bekerja dengan baik. Untuk MacIntosh, dianjurkan menggunakan prosesor menengah (500 MHz)  dengan OS7-9, dan prosesor cepat (1 GHz) untuk OSX.
Bahasa yang Didukung
Wordfast bisa digunakan untuk menerjemahkan setiap bahasa yang didukung oleh Ms-Word mencakup seluruh bahasa Eropa, yang berbasis huruf latin, China/Jepang/Korea, bahasa yang dibaca dari kanan ke kiri (Arab, Ibrani), dan lain-lain.


PERSIAPAN
Berikut adalah cara penggunaan program Wordfast berdasarkan yang saya pelajari, yang saya alami, dan saya lakukan. Untuk praktik pembuatan panduan ini, saya menggunakan Wordfast 5.5… Untuk Wordfast Classic terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah versi 5.53q.
PENGATURAN MAKRO
Sebelum menanam Wordfast di komputer kita, makro (macro) perlu diatur terlebih dahulu. Biasanya, makro diatur pada posisi high sehingga akan menolak macro baru. Oleh karena Wordfast adalah program macro, kita perlu memastikan terlebih dahulu bahwa Ms Word akan dapat menerima Wordfast. Ikuti langkah berikut:
Word XP, 2003
1.      Klik Tools, Macro, Security. Maka akan muncul tampilan berikut.








Word 2007
1. Klik tombol Office (kiri atas), lalu “Word options”.
2. Pilih “Trust Center“. Klik “Trust Center Settings”, lalu:
3. Pada “Macro Settings”, pilih “Disable all macros except digitally signed macros” dan centang “Trust Access to the VBA project object model”.
3. Pada “Message Bar”, pastikan mencetang “Show the Message Bar in all applications when content has has been blocked”.
4. Klik “OK” untuk keluar dari dialog “Trust Center


UNDUH
Hal yang kita lakukan adalah:
1.      Unduh program Wordfast di: http://www.wordfast.com/store_download.html.

2.      Setelah berhasil mengunduh (men-download) program tersebut (dalam bentuk zip), double click file “Wordfast.dot”. Maka akan tampil sebagai berikut.

3.      Ikuti Perintah tersebut, tekan “Ctrl+Alt+W”. Pastikan saat menekan tombol-tombol tersebut dokumen lain sudah ditutup. Kalau tidak, maka akan muncul perintah untuk menutupnya.

Kalau terjadi demikian, Klik OK dan tutup dokumen yang lain.
4.      Setelah menekan “Ctrl+Alt+W”, proses instalasi akan berjalan. Jika berhasil, akan muncul komentar berikut:

5.      Lalu, akan ada menu tambahan dan juga icon tambahan di MS Word Anda.





 Tampilan Word 2003
6.      Jika ada permintaan pengaktifan makro, maka klik enable.
7.      Biasanya, yang menjadi masalah adalah proses setelah itu, karena program tidak bisa dijalankan. Untuk mengatasinya lakukan langkah selanjutnya.
8.      Klik Tools, Templates and Add-Ins, kemudian centang Wordfast.dot.
9.      Sampai di sini. Proses Instalasi dan persiapan sudah selesai.

>Teknologi Penerjemahan: Machine Translation dan Translation Memory

>

Oleh: Sugeng Hariyanto[*]
“Translation is a fine art. Translation tools are not a substitute for a professional translator. However, professional translators have come to depend on translation tools to assist them in working more efficiently, in remaining competitive and in providing consistent, high-quality translations. Clients now expect translators to use these available tools for the same reasons. “
(Beshar Bahjat is a localization engineering manager at InterPro Translation Solutions)
Pembuka
Di dalam sejarahnya, teks telah berkembang dari linier menjadi non-linier, dari satu media (tulisan) menjadi multimedia (tulisan, suara dan gambar), dari cetakan-di-atas-kertas (buku kertas) menjadi kode digital di server internet (laman web) dan di monitor banyak perangkat (antarmuka pengguna). Bukan hanya jenis teks yang berkembang, jumlah teks yang harus diterjemahkan juga bertambah. Penerjemahan teks dengan volume tinggi ini juga harus dilakukan dengan cepat agar pesan dapat segera dikomunikasikan kepada pembaca dengan berbagai pertimbangan. Di lain pihak, manusia mempunyai keterbatasan tenaga, pikiran, daya ingat, dan emosi. Untuk itulah teknologi penerjemahan dikembangkan.

Machine Translation Tools dan CAT Tools
Bagi sementara orang, semua program komputer yang dapat digunakan untuk membantu penerjemahan adalah Mesin Penerjemah (Machine Translation Tool). Hal ini tidak benar. Baik di dunia akademis (teori) maupun di dunia industri (praktis), Machine Translation (MT) Tool dan Computer Assisted Translation (CAT) Tool dibedakan dengan jelas.
Saat disebut kata “translation software”, kira-kira apa yang terbayang di benak kebanyakan orang: penerjemah yang bekerja dengan komputernya atau program komputer yang dapat menghasilkan terjemahan saat kita ketikkan teks bahasa sumbernya, seperti Transtool atau Rekso?
Kebanyakan mungkin akan membayangkan yang kedua. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila kita mendengar software penerjemahan, mata kita berbinar-binar karena membayangkan “kerja minimal”. Orang awam yang ingin menerjemahkan juga membayangkan “harga murah”.
Hari ini, mari kita cermati sehingga kita bisa menjelaskan kepada para klien kita bahwa meskipun ada sejuta software penerjemahan, penerjemah tetap diperlukan karena penerjemahan adalah sebuah keterampilan khas manusia.

MT Tool
Perangkat lunak Mesin Penerjemah (Machine Translation Tool) adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengganti manusia dalam menerjemahkan teks bahasa sumber menjadi teks bahasa sasaran. Campur tangan manusia tidak diperlukan saat proses penerjemahan dilakukan (mungkin sebatas beberapa klik tetikus) karena semua proses telah diprogram sebelumnya. Secara umum, pendekatan yang dipakai di dalam MT tool dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Pendekatan langsung dan transfer dalam mesin penerjemah.



Di dalam pendekatan penerjemahan langsung, program komputer (MT Tool) tersebut mengenali teks bahasa sasaran, mencocokkan dengan lema di dalam kamus, kemudian langsung menghasilkan teks bahasa sasaran. Dengan pendekatan transfer, program MT akan menganalisis kalimat, kata, frasa, dan lain-lain, baru kemudian mengidentifikasi padanannya di dalam “database”-nya. Setelah itu, barulah teks bahasa sasaran dapat dihasilkan. Dengan pendekatan apa pun, mesinlah yang bekerja.
Contoh MT Tool yang populer di Indonesia adalah Transtool, kemudian Rekso. Sementara itu, silakan kunjungi Google Translate (http://www.google.com/translate_t#). Software yang ada di sana adalah contoh dari MT Tool. Berikut adalah contoh sebuah halaman muka website (www.transbahasa.com) yang diterjemahkan dengan MT tool ini.
Website aslinya adalah sebagai berikut.


Terjemahannya adalah sebagai berikut.


Bagaimana kualitas hasil terjemahannya? Silakan Anda nilai sendiri. Kualitasnya tergantung pada sejauh mana aturan-aturan linguistik dapat dibuat dan dimasukkan di dalam program ini.

Secara umum, MT Tool mempunyai langkah-langkah sebagai berikut:

·   Morphological analysis. Penganalisisan teks sumber secara permukaan, apakah sebuah kata termasuk noun, verb, dll., serta penentuan sub-kategorinya (jamak/tunggal, gender, tense, dll.)
·   Lexical categorisation. Konteks kata dianalisis untuk menentukan makna kata tersebut.
·   Lexical transfer. Proses pemilihan kata bahasa sasaran dari kamusnya.
·   Structural transfer. Proses penyusunan kata ke dalam frasa dengan struktur yang benar, “concordance“, dll.
·   Morphological generation. Penyusunan kalimat bahasa sasaran.

Jadi, bisa dibayangkan seberapa banyak aturan yang harus “diajarkan” oleh programmer untuk dapat membuat MT Tool yang benar-benar memuaskan semua pihak, semua jenis teks dan semua keperluan.
CAT Tools
Selain Machine Translation, kata lain terkait software penerjemahan yang mungkin sering kita dengar adalah Translation Memory (TM). Translation Memory adalah kumpulan hasil terjemahan (bahasa sumber dan bahasa sasaran) yang dapat dibuka dan disalin ke dalam naskah baru. Translation Memory hanyalah salah satu fitur di dalam sebuah peranti yang disebut CAT Tools (Computer Assisted Translation Tools). Agar kita tidak salah memahami, akan kita bahas di sini CAT Tools secara umum.
CAT Tools adalah program komputer yang dapat membantu manusia menerjemahkan. Program ini terdiri dari tiga fitur utama: (a) terminologi management, (b) translation Memory, and (c) quality check. Ketiga fitur ini terintegrasi di dalam satu paket.
Terminology management tool adalah paket dari peranti tersebut yang digunakan untuk membuat, memelihara dan menggunakan glosari. Glosari ini bisa dibuat sambil melakukan penerjemahan, dibuat sebelum menerjemahkan oleh penerjemah, atau sudah disediakan terlebih dahulu oleh klien. Fitur translation memory (memori terjemahan), seperti yang sudah disebutkan di depan, berguna untuk membuat translation memory (TM), memelihara, dan memanfaatkan translation memory.

Translation memory adalah arsip teks dwibahasa yang tersegmentasi, disesuaikan, yang dipecah-pecah dan diklasifikasi, yang dapat disimpan dan dibaca ulang pada berbagai kondisi pencarian. Dengan kata lain, memori terjemahan terdiri dari database (pangkalan data) yang menyimpan segmen teks sumber dan  teks sasaran (sering disebut unit penerjemahan), dan segmen-segmen ini dapat dibaca ulang pada proses penerjemahan yang akan datang. Dengan cara ini memori terjemahan dapat memberi masukan pada penerjemah. Kalau digunakan dengan baik, memori terjemahan dapat meningkatkan konsistensi terjemahan dan kualitasnya. Memori terjemahan ini dapat dipakai bersama-sama oleh beberapa penerjemah. Kerja tim pun dapat menjadi lebih baik dan efisien. Perhatikan bagan di bawah ini.
Gambar 2. Proses menerjemahkan  dengan Translation Memory (CAT Tool)
Dari bagan di atas, dapat dipahami bahwa pada awalnya Penulis menghasilkan naskah bahasa sumber (BSu). Penerjemah menerjemahkan naskah ini dengan bantuan Translation Memory (TM). Setelah Unit Penerjemahan BSu dikenali oleh TM, maka akan ada tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama  unit BSu benar-benar baru, jadi tidak ada yang mirip dengan yang di TM. Oleh karena, itu penerjemah harus menerjemahkannya secara konvensional (dan hasilnya akan disimpan di dalam MT). Ini di gambarkan oleh panah ke bawah sebelah kiri. Kemungkinan kedua adalah unit BSu sama persis dengan unit yang ada di dalam TM.  Kondisi ini disebut “exact match”. Maka, sistem CAT Tool langsung memakai data yang tersimpan. Campur tangan penerjemah tidak diperlukan. Lihat panah ke bawah sebelah tangan. Kemungkinan ketiga, unit BSu tidak sama persis dengan sembarang unit di TM, tetapi cukup mirip dengan salah satu atau beberapa unit di dalam TM. Kondisi ini disebut “fuzzy match”. Dalam kondisi ini TM akan menawarkan hasil terjemahan yang telah disimpan di dalam TM dan TM menandai bagian-bagian unit penerjemahan baru yang tidak sama dengan yang telah tersimpan di TM. Kemudian penerjemah dapat menerima, memodifikasi, atau menolak tawaran ini. Lihat panah diagonal dari sudut kanan atas ke kiri bawah.

Yang terakhir, quality check berguna untuk memeriksa kualitas terjemahan yang dihasilkan dari beberapa segi: tanda baca, tag dan konsistensi dengan glosari.
[Catatan: ada juga program terminology management dan quality check yang dijual terpisah.]
Ada berapa macam CAT Tool?
Ditinjau dari antarmuka yang dipakai, ada dua macam: (a) Word-interfaced CAT Tools dan (b) proprietary-interfaced CAT Tools. Jenis pertama menempel pada program MS Word, contohnya Trados, Wordfast, Metatexis. Sedangkan jenis kedua mempunyai antarmuka sendiri. Contoh dari jenis ini adalah Transit, SDLX, dan Deja Vu.
Ditinjau dari jenis teks yang dikerjakan ada (a) text-based CAT Tools dan Binary-based tools. Apabila file yang kita kerjakan terutama mengandung teks, maka jenis pertama sudah tepat. Sebaliknya, jika file yang diterjemahkan mengandung banyak jendela dialog –apalagi yang ada “hotkey”-nya– pilihan pertama kurang efisien, meskipun bisa dilakukan. Beberapa nama CAT Tool dan file yang didukung dapat dilihat di lampiran.
Pertimbangan di dalam memilih CAT Tool

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih CAT Tool.
1. Popularitas bagi pemberi kerja
Sampai saat ini, CAT Tool yang paling populer adalah Trados. Hal ini juga diakui oleh CAT Tool lainnya dengan cara mengiklankan diri “dapat mengerjakan format Trados”.
2. Jenis file yang bisa ditangani
Semakin banyak jenis file yang bisa ditangani, semakin fleksibel program tersebut. CAT Tool dengan antarmuka “proprietary” biasanya lebih baik dalam hal ini.
3. Kemudahan pengoperasian (terminology management, translation memory, dan quality check)
Bagi pemula, CAT Tool yang “menempel” pada Word akan lebih mudah karena mereka tidak harus belajar software baru. Namun, bagi pengguna CAT Tool yang sudah berpengalaman, sering kali CAT Tool yang mandiri lebih produktif dan efisien untuk jenis-jenis file “yang tidak umum” jika ditinjau dari hasil akhir.
4. Kompatibilitas dengan CAT Tool lain
Semakin kompatibel sebuah program dengan program lainnya, semakin lapang “arena permainan” yang disediakan karena sering kali penerjemah harus memakai TM (translation memory) atau glosari yang dibuat oleh program lain.
5. Harga
Harga mungkin menjadi pertimbangan. Namun, setelah penerjemah mendapatkan proyek, biasanya harga untuk membeli CAT Tool menjadi pertimbangan yang kesekian. Tidak jarang klien yang memberi lisensi software tersebut.

Naskah apa yang idealnya dikerjakan dengan CAT Tool

Berikut ini adalah ciri-ciri naskah yang sesuai jika dikerjakan dengan CAT Tool:
q      naskah elektronik
q      antarmuka program komputer
q      laman web
q      publisitas, pemasaran, laporan, manual pengoperasian (karena dari tahun ke tahun, ada banyak materi yang sama atau hampir sama)
q      dokumen teknis dalam jumlah besar (karena struktur  isinya kemungkinan banyak diulang).
q      Hasil yang multilingual (dengan pangkalan data yang baik dan dengan Sistem CAT Tool yang baik, satu naskah dapat dikerjakan menjadi beberapa bahasa sekaligus, misalnya dari Bahasa Inggris ke Prancis, Jerman dan Bahasa Indonesia.)
Hasil ini akan menjadi lebih baik apabila ditunjang hal-hal berikut:
q      Pangkalan data terminologi
q      Sumber daya pendukung yang berupa teks-teks lama yang sudah diterjemahkan
q      Petugas sunting pascaproses CAT Tool
q      Penulisan dan penerbitan teknik dengan pertimbangan untuk diterjemahkan (sekarang ada kursus penulisan teknik untuk melatih para insinyur menulis manual agar hasil tulisannya lebih baik dan lebih mudah diolah dengan CAT Tool.
q      Tenaga ahli teknis di bidang kmputer, printer, dll.

Pertimbangan sebelum investasi dalam CAT Tool

Untuk membantu pengambilan Keputusan apakah pembaca akan berinvestasi di bidang sistem CAT Tool, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan:
1.   Apakah naskah sumber berupa file elektronik atau naskah kertas? Naskah elektronik mudah ditangani dengan CAT  Tool. Kalau naskahnya adalah naskah cetak kertas, tentu dibutuhkan peranti lain untuk mengonversikannya menjadi naskah elektronik. (Kemudian pertimbangkan jenis naskahnya.)
2.      Apakah jenis naskahnya? Kalau jenis naskahnya naskah kreatif, misalnya puisi atau novel, penggunaan MP dan MT tidak dianjurkan, apalagi kalau naskah sumbernya berupa cetak kertas. Kalau naskah itu naskah teknik yang banyak mengandung pengulangan dan diperlukan konsistensi padanan kata, CAT Tool tentu sangat membantu.
  1. Apa jenis terjemahan berdasar tujuannya, inbound atau outbound translation? Inbound translation artinya penerjemahan yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami teks asli. Teks terjemahan hanya digunakan untuk membantu memahami teks sumber. Untuk keperluan ini Mesin Penerjemah sudah memadai. Tetapi apabila naskah terjemahannya akan digunakan untuk mengkomunikasikan isi teks kepada sidang pembaca lain bahasa, suntingan oleh manusia sangat diperlukan. Sistem CAT Tool mungkin dapat meningkatkan kecepatan penerjemahan.

Beberapa konsep utama terkait CAT Tool
Ada beberapa konsep yang harus dikenali saat kita bekerja memakai CAT Tool. (Konsep-konsep ini akan semakin jelas pada sesi praktik.) Apabila seorang penerjemah sudah memahami konsep ini dengan baik, maka dia akan siap mengoperasikan segala jenis CAT Tool. Beberapa dari konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut:

          terminologi management (lihat atas)
          translation memory (lihat atas)
          quality check (lihat atas)
          interactive mode
Di dalam interactive mode, setiap kali penerjemah pindah ke unit penerjemahan baru, program Translation Memory Program akan mencari segmen yang identik dari kumpulan terjemahannya. Kalau sama persis, segmen terjemahan itu akan langsung disalinkan di naskah baru. Jika mirip, akan diberitahu kemiripannya. Dengan demikian, penerjemah dengan cepat dapat memutuskan langkahnya. Jadi, ini adalah kerja manusia, bukan kerja komputer.
          automatic mode
Di dalam mode otomatis, program secara otomatis menyisipkan teks dari memori ke dalam teks bahasa sasaran. Kondisi penyisipan dapat di atar apakah yang “exact match” saja atau termasuk “fuzzy match” dengan batas tertentu, atau bahkan ditambahi “assemble” juga.
          exact match: kondisi kemiripan dimana teks baru sama persis dengan teks lama
          fuzzy match: kondisi kemiripan dimana teks baru dengan teks lama kurang hampir sama, tetapi kemiripannya tidak 100%
          reference materials: teks lama yang terdiri dari unit bahasa sumber dan bahasa sasaran yang sudah dipasang-pasangkan, disebut juga translation memory atau TM
          tag: kode di dalam komputer yang mengatur tampilan teks atau gambar di monitor atau hasil cetak

Penutup
Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa teknologi penerjemahan tidak akan dapat menggantikan penerjemah. Tetapi penerjemah juga tidak bisa berjauhan dengan teknologi penerjemahan karena teknologi penerjemahan memang diciptakan untuk membantu penerjemah menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan tuntutan zaman.